Terutama The Jakmania, sangat mengetahui kapasitas seorang Ambrizal Umanailo. Namun sayangnya, manajemen membuangnya dan menjadi bagian dari skuad Pesut Etam untuk musim 2018 ini.
Lebih dikarenakan Stefano Cugurra merekrut Riko Simanjuntak dari Semen Padang, dan hadirnya pemain mungil tersebut akan menutup kesempatan kepada Umanailo untuk menunjukan kualitasnya.
Borneo FC akhirnya melihat kesempatan besar tersebut, dan merekrutnya menjadi bagian dari skuad Pesut Etam. Kepergian Terens Puhiri ke Liga Thailand juga menjadi salah satu alasan mengapa Borneo menginginkan pemain di posisi sayap kanan.
Data di transfermarkt.com (10/4/2018) mencatat bahwa saat ini Ambrizal Umanailo memiliki Markuet Value sebesar €125000, atau setara dengan Rp 2,1 Miliar. Sebuah harga yang sangat pantas menilik kualitas dan kapasitasnya.
Terbaru, Ambrizal Umanailo justru menjadi kunci kemenangan Borneo, saat anak didik Dejan Antonic menjamu Arema FC di Segiri Stadium, Samarinda, Kalimantan Timur pada 9 April 2018.
Bermain sejak menit pertama, Ambrizal memiliki peran central dalam mengatur serangan Pesuk Etam. Meski tertinggal lebih dulu melalui gol Thiago Furtuoso (34'), Borneo FC tidak menyerah.
Titus Bonai mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-58', sebelum akhirnya Ambrizal Umanailo melakukan solo-run dari lini pertahanan, memimpin serangan balik ke jantung pertahanan Arema FC.
Tiga pemain berhasil dia lewati dengan baik, sebelum akhirnya Ambrizal mengirim umpan matang kepada Lerby Eliandry. Tanpa pikir panjang, Lerby memanfaatkan dengan baik umpan ciamik yang diberikan oleh pemain buangan Persija Jakarta tersebut, dan mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Borneo meraih 3 point sempurna.
Selamat untuk Brineo FC atas kemenangan ini. Meski kehilangan Terens Puhiri yang pergi ke Liga Thailand, nemun memiliki pengganti yang sepadan. Dan selamat untuk Ambrizal Umanailo yang selalu bermain apik setiap pekan bersama Tim Barunya. Semoga bersama Borneo FC, kesuksesan menghampirimu, Amin.
Sumber

